Rabu, 24 Juni 2026

Rekomendasi Rembuk Stunting, PD: Kegiatan Harus Terukur

 



 Karya Makmur- Rumah Desa Sehat (RDS) Karya Makmur melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting tingkat desa pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan desa dalam rangka menyusun program dan kegiatan yang mendukung percepatan penurunan stunting Tahun Anggaran 2027.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan stunting, di antaranya perwakilan Puskesmas, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, lembaga kemasyarakatan desa, kader Posyandu, guru PAUD, perangkat desa, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Karya Makmur, Hamidah, berharap kegiatan rembuk stunting dapat menghasilkan usulan-usulan program yang benar-benar memberikan dampak langsung terhadap upaya penanggulangan stunting di desa.

"Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan dan usulan yang tepat sasaran sehingga program yang direncanakan benar-benar mampu mendukung penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak," ujar Hamidah.

Sementara itu, Pendamping Desa Rahmadi menekankan pentingnya penyusunan kegiatan yang efisien dan efektif. Menurutnya, kondisi penganggaran saat ini menuntut desa untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas kegiatan.

"Kita perlu menyusun kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat nyata dan terukur. Jangan sampai anggaran yang terbatas digunakan untuk program yang kurang berdampak. Efisiensi dan efektivitas harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan usulan kegiatan stunting," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pendamping Lokal Desa Syaiful Ansyari mengingatkan agar seluruh usulan yang dihasilkan dalam rembuk stunting tidak berhenti pada tahap pembahasan saja, tetapi terus dikawal hingga masuk ke dalam dokumen perencanaan desa.

"Program-program yang telah disepakati dalam rembuk stunting perlu dikawal bersama agar dapat terakomodasi dalam Draft Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027. Dengan demikian, usulan yang telah dirumuskan dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Adapun Petugas Gizi Puskesmas Tabukan, Yurniati, menyampaikan pentingnya penerapan tata laksana Posyandu sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, ia juga menekankan perlunya penyusunan menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sesuai dengan kebutuhan gizi sasaran dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran desa.

"Pelaksanaan Posyandu harus mengikuti standar pelayanan yang berlaku. Selain itu, menu PMT yang diberikan kepada sasaran harus memenuhi kebutuhan gizi dengan tetap memperhatikan ketersediaan anggaran yang telah dialokasikan dalam APBDes," ungkap Yurniati.

Melalui kegiatan rembuk stunting ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menyepakati program-program prioritas yang tepat sasaran, sehingga upaya percepatan penurunan stunting di Desa Karya Makmur dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Rembuk Stunting Desa Digelar, Fokus Evaluasi Program

 

Pantang Raya, Rumah Desa Sehat Pantang Raya menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Desa sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan dan pencegahan stunting. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh berbagai unsur terkait, mulai dari Pemerintah Kecamatan, UPT Puskesmas, Pemerintah Desa, Tenaga Pendamping Profesional, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua RT, kader kesehatan, serta unsur masyarakat lainnya.

Rembuk Stunting merupakan forum musyawarah yang bertujuan untuk menyusun dan menyepakati program prioritas penanganan stunting di tingkat desa berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, evaluasi, serta usulan program yang dianggap mampu mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pantang Raya, Taufik Rahman, menekankan pentingnya melakukan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan penanggulangan stunting yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hasil evaluasi tersebut perlu menjadi dasar dalam menyusun program dan kegiatan yang akan diusulkan pada perencanaan berikutnya.

"Kita perlu mengevaluasi program-program penanggulangan stunting yang telah dilaksanakan selama ini. Dengan evaluasi yang baik, kita dapat mengetahui kegiatan mana yang memberikan dampak nyata dan mana yang perlu diperbaiki. Harapannya, usulan-usulan yang muncul dalam rembuk stunting ini benar-benar berfokus pada substansi penanggulangan stunting dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Taufik Rahman.

Sementara itu, perwakilan tenaga pendamping profesional dan pihak kesehatan turut menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program intervensi stunting secara terpadu dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan Rembuk Stunting ini, diharapkan dapat dihasilkan berbagai usulan program yang tepat sasaran, berbasis data, serta mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa mendatang. Pemerintah Desa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.



Selasa, 23 Juni 2026

Rembuk Stunting Desa Muara Pulau Berjalan Lancar, Fokus Susun Program Efektif Tahun 2027

 


Muara Pulau, – Pemerintah Desa Muara Pulau melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung dengan lancar ini menjadi forum penting bagi pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, dan unsur masyarakat untuk mengevaluasi pelaksanaan program percepatan penurunan stunting sekaligus menyusun rencana kegiatan yang lebih efektif pada tahun mendatang.


Kepala Desa Muara Pulau, Runi, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan stunting di desa. Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa atau tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh warga.


"Kami berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan penanggulangan stunting di Desa Muara Pulau. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kita dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting," ujar Runi.


Sementara itu, Pendamping Lokal Desa, Hairul Mulyadi, berharap kegiatan Rembuk Stunting benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyusun perencanaan program yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa program yang direncanakan harus berfokus pada kegiatan yang efisien dan efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Desa Muara Pulau.


"Rembuk Stunting ini harus dimaksimalkan sebagai wadah untuk menjaring berbagai usulan masyarakat berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan konvergensi stunting tahun berjalan. Dengan demikian, kegiatan yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan dan permasalahan yang ada di lapangan," kata Hairul Mulyadi.


Melalui kegiatan ini, peserta rembuk melakukan pembahasan terhadap berbagai hasil evaluasi program stunting yang telah dilaksanakan, sekaligus merumuskan usulan prioritas kegiatan yang akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa. Diharapkan hasil Rembuk Stunting Desa Muara Pulau dapat memperkuat sinergi seluruh pihak dalam upaya mewujudkan desa yang sehat serta bebas dari stunting.

REMBUK STUNTING, Kades: Semua Pihak HARUS kerja

 



Pantang Baru, – Pemerintah Desa Pantang Baru, Kecamatan Tabukan, melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting pada Selasa (23/6/2026) sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di tingkat desa. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, perangkat desa, kader kesehatan, pendamping desa, tenaga kesehatan, serta pihak-pihak terkait lainnya yang memiliki peran dalam pelaksanaan program konvergensi stunting.

Kegiatan rembuk stunting ini menjadi forum musyawarah untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanganan stunting tahun berjalan sekaligus menyusun usulan kegiatan yang akan dimasukkan dalam perencanaan desa Tahun Anggaran 2027.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pantang Baru, Ahmad Harjani, menegaskan bahwa upaya penanganan stunting memerlukan kerja sama dan komitmen dari seluruh pihak.

“Semua pihak harus bekerja secara optimal agar tidak ada lagi anak yang mengalami stunting di Desa Pantang Baru. Saya juga mengimbau kepada seluruh peserta agar memberikan usulan kegiatan Tahun Anggaran 2027 berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan konvergensi stunting tahun berjalan, sehingga program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pendamping Desa Jami Azwar menyampaikan bahwa rembuk stunting memiliki peranan yang sangat penting dalam proses perencanaan pembangunan desa.

“Rembuk stunting merupakan tahapan yang sangat penting dalam perencanaan desa, khususnya dalam upaya penanggulangan stunting. Melalui forum ini, desa dapat menyepakati kegiatan prioritas yang tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.

Sementara itu, Ahli Gizi Kecamatan Tabukan, Yurniati, memberikan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai faktor penyebab stunting. Menurutnya, stunting tidak hanya disebabkan oleh kondisi ekonomi keluarga.

“Penyebab stunting bukan semata-mata karena masalah ekonomi. Dalam banyak kasus, pola asuh yang kurang tepat, pemenuhan gizi yang belum optimal, serta kurangnya pemahaman mengenai kesehatan ibu dan anak juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting,” terangnya.

Selain itu, Pendamping Lokal Desa Aji Candra menekankan pentingnya tertib administrasi dalam pelaksanaan kegiatan posyandu sebagai dasar evaluasi program konvergensi stunting.

“Administrasi posyandu yang tertib dan lengkap merupakan hal yang sangat penting karena menjadi sumber data dalam mengevaluasi pelaksanaan kegiatan konvergensi stunting. Dengan data yang baik, desa dapat menentukan kebijakan dan program yang lebih tepat,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting ini, Pemerintah Desa Pantang Baru berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam upaya pencegahan serta penanganan stunting, sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.

Rabu, 03 Juni 2026

Pendamping Desa: Hapus Kegiatan Intervensi Stunting



Bandar Karya, 4 Juni 2026 – Pemerintah Desa Bandar Karya, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala, melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyepakati langkah-langkah percepatan penurunan stunting melalui perencanaan program yang lebih efektif, terarah, dan tepat sasaran.

Rembuk Stunting dihadiri oleh pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader kesehatan, tenaga kesehatan, pendamping desa, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pembahasan terhadap kondisi stunting di desa serta evaluasi berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Jami Azwar, Pendamping Desa dalam paparannya menegaskan bahwa seluruh program intervensi stunting yang dibiayai melalui Dana Desa maupun sumber pendanaan lainnya harus benar-benar memberikan dampak nyata terhadap upaya pencegahan dan penanganan stunting. Menurutnya, perencanaan program harus didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat dan data yang valid sehingga anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Program intervensi stunting harus betul-betul tepat sasaran dan memberikan dampak nyata kepada keluarga sasaran. Kegiatan yang tidak berkontribusi terhadap upaya penurunan stunting perlu dievaluasi dan dihapus, sehingga anggaran desa dapat difokuskan pada program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat." Paparnya

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap kegiatan yang selama ini telah dilaksanakan. Program-program yang tidak memberikan kontribusi langsung terhadap penurunan angka stunting perlu ditinjau kembali dan tidak lagi menjadi prioritas dalam perencanaan desa.

Melalui forum Rembuk Stunting ini, para peserta menyepakati sejumlah usulan kegiatan prioritas yang akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa. Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, peningkatan sanitasi lingkungan, serta edukasi kepada keluarga berisiko stunting.

Sementara itu, Ardiansyah, ST, Kepala Desa Bandar Karya menyampaikan apresiasinya atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap hasil rembuk dapat menjadi dasar dalam penyusunan program yang lebih efektif sehingga upaya pencegahan stunting di Desa Bandar Karya dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Rembuk Stunting menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh pihak agar perencanaan desa lebih terarah, berbasis data, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam percepatan penanggulangan stunting" 

Dengan dilaksanakannya Rembuk Stunting ini, Pemerintah Desa Bandar Karya menunjukkan komitmennya untuk memastikan setiap program yang direncanakan benar-benar berorientasi pada hasil dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.



Rekomendasi Rembuk Stunting, PD: Kegiatan Harus Terukur

    Karya Makmur-  Rumah Desa Sehat (RDS) Karya Makmur melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting tingkat desa pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan i...